Minggu, 05 April 2015

Review film dokumenter Budaya Indonesia



KEHIDUPAN SUKU ASMAT PAPUA INDONESIA

            Tanah Papua adalah tanah yang masih kental akan keragaman budaya, suku, dan adat istiadat. Suku ASMAT adalah suku yang terkenal dengan keragaman ukiran kayunya, contoh keragamannya ialah berupa ukiran kayu yang dipahat menjadi sebuah patung, hiasan rumah, alat mempertahankan diri (tameng). Populasi suku ASMAT terbagi menjadi dua yaitu di daerah pedalaman dan persisir pantai. Ciri fisik suku asmat berambut keriting dan berkulit hitam juga rata-rata tinggi. Suku asmat biasanya menghiasi jika ada upacara adat dengan 3 warna yaitu merah putih dan hitam.
            Berdasarkan film ini, Seni tari di dalam suku asmat diadakan pada saat upacara keagamaan maupun penyambutan tamu dan lain-lain. Dalam sebuah pementasan Tari, suku asmat biasa dilakukan oleh 6-10 orang penari. Macam-macam senjata yang digunakan oleh suku asmat untuk melindungi diri dan berburu hewan di hutan untuk dijadikan santapan sendiri atau dibagi oleh anggota keluarga maupun dalam suatu suku.Suku ASMAT terkenal dengan bentuk rumahnya yang memiliki panjang mencapai 25 meter.
Suku ASMAT terletak di dekat pesisir pantai Papua Indonesia. Masyarakat sekitar beraktifitas dengan memanfaatkan kondisi alam yang tersedia, minimnya insfrastruktur jalan, tidak adanya teknologi listrik ataupun komunikasi lainnya tidak menyulitkan suku ASMAT untuk tetap menjalankan kehidupan ini dengan baik. Kepala suku ASMAT di duduki oleh satu orang laki-laki. Wanita disana mayoritas bekerja dirumah mencari kayu bakar ataupun mengayam rotan/bambu untuk dijadikan anyaman/hiasan. Laki-laki disana mayortas bekerja membuat ukiran dari kayu, berburu di hutan, ataupun pekerjaan lainnya.
Begitulah sedikit review film yang berjudul “KEHIDUPAN SUKU ASMAT PAPUA INDONESIA”. Semoga bermanfaat, setelah menonton film dokumenter budaya. Kita dapat mengetahui dan mengerti kebudayaan suku asmat papua indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar